Jumat, 27 Agustus 2010

Alat Tulis Khusus Dewasa [ 17+ ]

Jika anda sudah 17 tahun keatas dan Sudah siap, Silahkan buka. Jika tidak, Lebih baik jangan.






Kartu Ucapan



Sangat cocok digunakan untuk mengirim Ucapan Selamat misalnya Selamat ulang tahun, Selamat panjang umur atau Selamat tinggal.


Amplop



Gunakan amplop ini jika anda ingin melamar pekerjaan atau melamar kekasih anda 


Steples


Agar tampak indah steples di bagian matanya 


Faktur


Cover CD

Masukan CD kesayangan anda di sini.. 






Selengkapnya..

Kamis, 26 Agustus 2010

Facebook & Twitter

Kami sekarang ada di Facebook dan Twitter
Facebook : The Hanggara-Bill Post
Twitter : @garabill Selengkapnya..

Linkin Park - The Catalyst

Video Resmi



Trailer Medal Of Honor

Selengkapnya..

Selasa, 10 Agustus 2010

Kisah Muhammad menjelang ajalnya


Betapa mulia dan indahnya akhlak baginda Ya Rasulullah SAW Mengingatkan kita sewaktu sakratul maut.
Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbata memberikan petuah, "Wahai
umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka
taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua hal pada kalian, sunnah
dan Al Qur'an. Barang siapa mencintai sunnahku, berati mencintai aku
dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan bersama-sama masuk surga
bersama aku."

Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang teduh
menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan
berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan napas dan tangisnya.
Ustman menghela napas panjang dan Ali menundukkan kepalanya
dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba.

"Rasulullah akan meninggalkan kita semua," desah hati semua sahabat kala
itu. Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya di dunia.
Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap
menangkap Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar.

Saat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan
detik-detik berlalu, kalau bisa. Matahari kian tinggi, tapi pintu
Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang
terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah
kurma yang menjadi alas tidurnya.

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan
salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak
mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah
yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani
ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah,
"Siapakah itu wahai anakku?"."Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru
sekali ini aku melihatnya,"tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah
menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan.Seolah-olah
bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara,
dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah,Fatimah pun menahan ledakan tangisnya.

Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa
Jibril tidak ikut bersama menyertainya. Kemudian dipanggillah Jibril
yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih
Allah dan penghulu dunia ini. " Jibril, jelaskan apa hakku nanti di
hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.
"Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti rohmu.
Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril. Tapi itu
ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh
kecemasan.

"Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi.
"Khabarkan
kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir, wahai Rasul
Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: Kuharamkan surga
bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata
Jibril. Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas.
Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah
bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang."Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."

Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. "Jijikkah kau
melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada
Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang sanggup, melihat kekasih
Allah direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar
Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi. "Ya
Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini
kepadaku, jangan pada umatku. "Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan
dadanya sudah tidak bergerak lagi.

Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali mendekatkan telinganya."Uushiikum bis-shalaati, wamaa malakat aimaanukum -
peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu." Di
luar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling
berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali
mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.
"Ummatii, ummatii, ummatiii!" - "Umatku, umatku, umatku"

Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allaahumma sholli 'alaa Muhammad
wa'alaihi wasahbihi wasallim. Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.

Usah gelisah apabila dibenci manusia kerana masih banyak yang
menyayangimu di dunia, tapi gelisahlah apabila dibenci Allah kerana
tiada lagi yang mengasihmu di akhirat kelak.

artikel ini kami salin dari kaskus.us. Semoga artikel ini bisa memperkuat iman pembaca dan mau berbagi kepada umat muslim lainnya
Selengkapnya..

Senin, 02 Agustus 2010

Ternyata Keong Racun Menguntungkan

Belakangan ini masyarakat dihebohkan dengan video Lipsync yang berjudul Keong Racun. Video yang di nyanyikan oleh Penyanyi yang bernama Lisa ini kemudian di nyanyikan juga oleh dua remaja yang bernama Jojo dan Shinta secara Lypsnc. Lalu mereka Mengunggahnya di Youtube.




Setelah menonton video ini kami jadi berpikir, mengapa judul lagu ini Keong Racun dan kami juga bertanya-tanya, apakah Keong Racun itu benar-benar ada ataukah hanya perumpamaan. Sehingga Kamipun Menanyakan hal ini kepada Mbah Google.
Setelah kami mencarinya dengan keyword Poison Snail yang dalam bahasa indonesia adalah Keong Racun, akhirnya kami mendapatkan hasil. Inilah bentuk Keong Racun yang sebenarnya.


Ini dia Spesifikasinya

Kingdom: Animalia
Phylum: Mollusca
Class: Gastropoda
(unranked): clade Caenogastropoda
clade Hypsogastropoda
clade Neogastropoda
Superfamily: Conoidea
Family: Conidae
Subfamily: Coninae
Genus: Conus

Keong racun (Conus) hidup di lautan tropis. Spesies dari Genus ini berjumlah lebih dari 600, termasuk yang sudah punah.


Ini adalah salah satu jenis dari Keong Racun, Terlihat indah, namun bisanya sangat berbahaya. Satu tetes bisanya begitu kuat sehingga dapat membunuh lebih dari 20 manusia. Gejala yang di timbulkan akibat sengatannya antara lain, Mati rasa, bengkak, kesemutan, hingga kelumpuhan Otot dan kegagalan bernapas.

Tetapi, keong racun memiliki beberapa kegunaan. Cangkangnya dapat dijadikan perhiasan. dan beberapa jenisnya ada yang bisa di jadikan obat. yaitu Magician cone dan Conus magus. Selengkapnya..