Jumat, 29 Oktober 2010

Nasib jadi mahasiswa kritis

Hari ini kondisi keuangan saya benar - benar skak match. Entah saya harus menyalahkan siapa, dengan uang jajan yang diberikan oleh bokap sebesar 50 ribu perminggu saya benar - benar kewalahan untuk menyisakannya.

alih - alih ingin menabung walau cuman Rp 1000 justru uang tersebut habis sebelum minggu ini berakhir. Saya selalu berusaha menolak ajakan teman - teman saya untuk pergi jalan - jalan, karena saya yakin pasti ada saja uang yang keluar dari dompet.

Tapi kemarin itu hari libur, saya bosan seharian dirumah hanya bermalas - malasan inginnya sih refreshing, tapi ketika saya angkat dompet saya, kok terasa lebih ringan dari biasanya,dan ketika saya buka, Wow ! Gelap gulita.

Sempat terlintas dipikiran saya untuk mengambil senter, siapa tau ada yang nyelip. Tapi ya sudahlah, saya berusaha tabah saja. Belum 1 menit tabah tiba - tiba ada yang memanggil dari depan rumah. Saya pikir ada orang mau kasih uang ternyata teman saya yang justru mengajak saya jalan - jalan.

Teman saya yang satu bilang ingin membeli screen guard buat netbooknya dan yang satunya lagi ingin membeli earphone untuk Ipodnya.

Saya benar - benar bingung ( serasa ditodong pistol oleh seseorang sambil memaksa saya untuk memberi tahu dimana barang itu disimpan ).
Namun saya tetap kekeh dengan pendirian saya untuk tidak pergi tapi tidak untuk hari ini. Dan akhirnya jebol juga pertahanan saya untuk tidak pergi kemanapun ( Maklum namanya juga anak muda.hehe..).

Singkat cerita saya pergi bersama kedua teman saya dengan membawa dompet yang gelap gulita barusan. Agak nekat memang, tapi saya anggap ini sebuah tantangan. Sesampainya disana saya berusaha menepis keinginan saya untuk berbelanja dan agar tidak ada yang tahu kalau saya tidak bawa uang saya pun memasang tampang bak seorang direktur muda yang miskin tapi sombong sehingga saya yakin hanya saya dan Tuhan yang tahu kalau dompet ini gelap gulita.

Setelah kedua dedemit itu puas (maksudnya teman saya ) mendapatkan barang yang mereka cari, kami pun sepakat untuk pergi ke food court untuk sekedar Wi-fi an. Disinilah ujian terberat saya dimulai. "Beli minuman yuk" begitu kalimat yang keluar dari mulut salah satu dedemit tadi, spontan pupil saya membesar dan semakin membesar setelah dedemit yang satunya lagi setuju o_o!. Langsung saja saya keluarkan jurus darurat saya.

Saya bilang "Lu aja dah. gw gak aus" dan ajaib ! teman saya langsung bilang kalau dia yang traktir. Sayapun nyengir sambil memperlihatkan gigi kuning tak berkarat ini :D. Walau cuman sebotol minuman bermerek Tebz saya wajib berterima kasih kepadanya.

Ternyata misi saya berhasil. Tidak perlu mengeluarkan uang sepeserpun :) .
Setelah berlama - lama kami pun pulang ke rumah masing - masing.

Tamat.














0 komentar:

Posting Komentar

Silakan dikomentari